Heru Setianto Seorang perawat yang suka menulis dan sharing tentang traveling. Saat ini menjadi editor di Virday.com dan Nurse.co.id

Top Mata Air dan Sumur Tua Melegenda di Dieng

2 min read

Top Springs and Well in Dieng

Virday.com – Dieng memang dikenal akan kekayaan wisata alamnya yang banyak, mulai dari Telaga, Gua, Kawah, Sumur (Well) hingga Mata Air (Springs). Bahkan ada mata air suci yang melegenda bernama ‘Tuk Bima Lukar’ di kawasan wisata Dieng.

Tah hanya itu, wisata alam air seperti sumur tua juga tak kalah menarik. Misalnya Sumur Jalatunda, salah satu sumur yang dikenal akan mitosnya. Kemudian sumur-sumur terkenal lainnya di Dieng, seperti Sumur Sendang Sedayu dan Sumur Sendang Buana.

Ditemukannya wisata alam seperti kawah, sumur dan gua di Dieng. Memang hal yang wajar, mengingat Dataran Tinggi Dieng memang berada di kawasan vulkanik yang masih aktif. Tercatat Gua Semar dan Kawah Candradimuka menjadi brand market paling menjual.

1. Mata Air Awet Muda, Tuk Bima Lukar

Benarkah ada mata air yang membuat awet muda di Dieng? Sebelum mempercayai atau membantah pernyataan tersebut. Dalam kenyataanya, di kawasan wisata Dieng memang ada mitos yang diyakini oleh warga setempat.

Mata air yang bernama ‘Tuk Bima Lukar’ merupakan salah satu wisata yang cukup diminati oleh para wistawan. Baik sekedar untuk menikmati keindahan alamnya, ataupun sampai membasuh muka hingga mandi.

Mitosnya, jika seseorang membasuh muka atau mandi di tempat itu. Tepatnya di bawah dua pancuran mata air tersebut. Dipercaya mampu membuat awet muda.

Pada bulan-bulan tertentu, misalanya bulan Suro dalam penanggalan Jawa. Beberapa wisatawan sengaja berkunjung ke Tuk Bima Lukar secara khusus untuk melakukan wisata spiritual.

2. Sumur Mampu Mengabulkan Harapan, Sumur Jalatuda

Tak berbeda dengan mata air Tuk Bima Lukar, wisata alam ‘Sumur Jalatunda’ dipercaya oleh warga sekitar memiliki mitos kuat yang telah melekat. Bukan seperti Tuk Bima Lukar yang membuat awet muda, sumur ini dipercaya mampu mengabulkan harapan seseorang.

Sumur Jalatunda adalah sebuah sumur dengan ukuran cukup luas, dan berada diketinggian sekitar 2000 meter di atas permukaan laut. Tepatnya terletak di sebelah barat di dataran tinggi Dieng.

Baca: Top Gua-Gua Penuh Misteri dan Mitos di Dieng Terbongkar

Menurut mitos yang berkembang sejak lama, bagi siapa saja yang mampu melempar batu hingga melintasi ujung dinding Sumur Jalatunda. Maka dipercaya, harapan ataupun apa yang dicita-citakan akan terkabul.

3. Mata Air Dunia, Sendang Buana

Memang, jika dibandingkan dengan mata air atau sumur-sumur lain di Dieng. Mata air ‘Sendang Buana’ tak sepopuler seperti Sumur Jalatunda dengan mitos kuatnya akan terkabulnya harapan seseorang.

Meskipun begitu, wisata alam Sendang Buana masih menarik untuk disimak. Pemberian nama Sendang Buana sendiri mengandung arti ‘Mata Air Dunia’.

Baca: Top Kawah Aktif Paling Keren di Dieng, Si Naga yang Tertidur

Nama tersebut konon melambangkan bahwa mata air merupakan sumber kehidupan yang dijaga untuk kepentingan manusia.

Hal yang sama seperti Sumur Jalatunda, pada bulan tertentu di Sendang Buana kerap menjadi tempat wisata spiritual oleh beberapa wisatawan.

4. Mata Air Untuk Penjamasan Rambut Gembel, Sendang Sedayu

Berbeda dengan ketiga sumber mata air sebelumnya, baik Sumur Jalatuda, Tuk Bima Lukar ataupun Sendang Buana. Lokasi dari mata air yang diberi nama ’Sendang Sedayu’, lokasinya mudah dijangkau oleh para wisatawan.

Tepatnya mata air Sendang Sedayu terletak dekat akan Kompleks Candi Arjuna, sebelah utara dari Dharmasala. Mata air Sendang Sedayu juga kerap dipanggil dengan nama ‘Sendang Maerokoco’.

Menariknya dilokasi inilah, salah satu event yang sering dinantikan oleh wisatawan lokal hingga mancanegara kerap digelar. Tak lain yakni prosesi penjamasan anak asli Dieng yang memiliki rambut gembel (gimbal).

Baca: Top Fenomena dan Event Menakjubkan Hanya Terjadi di Dieng

Kemudian baru dilakukan pemotongan rambut gembel oleh para tamu undangan secara ceremonial. Konon katanya, Sendang Sedayu sudah ada sejak zaman masa peradaban Hindu berdiri di dataran tinggi Dieng.

Jadi saat wisatawan berkunjung kesini, tak hanya melulu berkunjung ke Kompleks Candi Arjuna dan Telaga Warna saja yah.

Wisata seperti sumur purbakala dan mata air di Dieng juga tak kalah menarik loch.

Heru Setianto Seorang perawat yang suka menulis dan sharing tentang traveling. Saat ini menjadi editor di Virday.com dan Nurse.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *