Heru Setianto Seorang perawat yang suka menulis dan sharing tentang traveling. Saat ini menjadi editor di Virday.com dan Nurse.co.id

Top 6 Oleh-Oleh dan Tanaman Langka Khas di Wisata Dieng

2 min read

Foto Top 6 Oleh-Oleh dan Tanaman Langka Khas di Wisata Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia - www.virday.com

Virday.com – Dataran tinggi Dieng berada di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Menjadi daya tarik wisatawan berlibur ke wisata seribu candi tersebut. Komonditas Carica dan Purwaceng, rupanya menjadi daya tarik lain. Saat mereka tengah berkunjung.

Nyatanya, para wisatawan yang berlibur ke dataran tinggi Dieng. Tertarik dengan hasil bumi dan tanaman langka yang ada di Dieng. Selain dari pesona Golden Sunrise dari puncak Gunung Prahu dan Bukit Sikunir yang menakjubkan pastinya.

Carica adalah salah satu buah yang tumbuh subur di Dieng. Carica menjadi oleh-oleh paling diburu oleh wisatawan. Dan telah menjadi oleh-oleh khas dari Dieng. Maka, tak lengkap rasanya berlibur di Dieng. Tanpa, membawa pulang Carica.

1. Buah Carica Menjadi Oleh-Oleh Khas di Dieng

Mayarakat Bali menyebut buah Carica dengan istilah “Gedang Memedi”. Sementara menurut asalnya, buah Carica masuk ke dalam golongan Famili Pepaya. Carica Pubescens, merupakan nama latin dari buah tersebut.

Maka wajar jika wisawatan pertama kali melihat buah Carica, tampak mirip dengan buah Pepaya. Berbeda dengan Pepaya yang biasa tumbuh subur di kawasan relatif panas. Carica malah hanya tumbuh di kawasan dengan suhu relatif dingin.

Hasil dari penelitian, mengungkapkan kalau kandungan Vitamin A di buah Carica lebih tinggi dari Wortel. Tak hanya itu, kandungan dari Vitamin C di buah Carica juga lebih tinggi daripada buah Jeruk.

Sama halnya dengan buah Pepaya. Buah Carica, ternyata kaya akan kandungan Enzim Papain. Salah satu enzim yang berfungi untuk mempercepat proses pencernaan protein di dalam tubuh manusia.

2. Purwaceng Mas Mendapat Julukan “Vi*gra van Java”

“Purwaceng Mas” merupakan kata-kata yang kerap dipakai penjual di Dieng, saat memasarkan Purwaceng kepada wisatawan. Tanaman yang berjuluk “Vi(a)gra van Java” tersebut, diketahui memiliki manfaat utama untuk meningkatkan stamina saat di ranjang.

Menurut beberapa sumber, tanaman pemilik nama latin Pimpinella Alpina. Termasuk satu dari sekian tumbuhan langka di dunia. Bahkan Purwaceng, pertama kali ditemukan tumbuh di Pegunungan Alpen, Swiss.

Kabarnya, tanaman Purwaceng hanya tumbuh di dataran tinggi saja. Di Indonesia, tanaman tersebut tersebar di pulau Jawa. Manfaat lain dari Purwaceng, yakni mampu meningkatkan hormon sek*ual dan meningkatkan fertilitas spermatozoid.

3. Kacang Babi, Salah Satu Oleh-Oleh Khas dari Dieng

Wah, dari nama Kacang tersebut. Terdengar seperti nama hewan, yang di haramkan oleh salah satu penganut agama. Namun, tenang saja. Kacang Babi hanyalah istilah yang sering dipakai oleh mayarakat Dieng. Dalam menyebut Kacang khas dari Dieng.

Sementara, wisatawan lebih mengenal Kacang tersebut dengan panggilan “Kacang Dieng”. Rasa yang khas serta harga relatif terjangkau. Membuat Kacang Dieng, menjadi oleh-oleh utama wisawatan saat berlibur di Dieng.

Apa ciri khas dari Kacang Dieng itu? Ukuran dari Kacang Dieng, mempunyai ukuran lebih besar dan Lebar. Kemudian pada bagian tengah Kacang Dieng, terdapat congor berwarna agak kehitaman.

4. Ada Tumbuh-Tumbuhan Pemakan Daging di Dieng

Apakah benar, ada tumbuhan pemakan daging (Karnivora) di Dieng?

Benar, di dataran tinggi Dieng. Tepatnya di Pegunungan Prau. Terdapat sebuah tumbuhan yang mengkonsumsi serangga dan binatang kecil. Nama tumbuhan tersebut adalah Kantong Semar. Kantong Semar dalam bahasa latin, dikenal dengan nama Nepenthes.

Kantong Semar diketahui sebagai satu tanaman langka, dan dapat ditemui di daerah lembab berair. Bagi yang ingin melihat secara langsung, Bunga Kantong Semar tersebut. Musim kemarau adalah waktu yang tepat, melihat Bunga Kantong Semar mekar di Gunung Prau.

Baca: Wow, Gunung Prahu Jadi Wisata Pendakian Terpopuler di Dieng

5. Bambu Batik Ukir dari Bambu Pringgondani

Bambu Batik Ukir adalah salah satu kerajinan, yang dijual di kawasan wisata Dieng. Saat ini, kerajian tersebut. Menjadi satu dari sekian kerjainan, yang banyak diolah oleh mayarakat di Dieng.

Bahan baku dari seni kerajian Bambu Batik Ukir adalah Bambu Pringgondani. Bambu tersebut tumbuh subur di dataran tinggi Dieng.

Bentuk dari bambu Pringgondani, terbilang cukup unik. Dimana, ketinggian bambu ini hanya mencapai 2 meter saja. Keunikan lain dari Bambu Pringgondani, ruas bambu yang pendek serta tampak berlekuk-lekuk.

6. Bambu Cemethi Memiliki Kekuatan Mistis

Tanaman unik lain yang tumbuh di kawasan wisata Dieng adalah Bambu Cemethi. Salah satu dari pohon yang tumbuh subur di Padang Savana sekitar Pegunungan Pangonan. Tepatnya, terletak di sebelah selatan dari Kompleks Candi Arjuna.

Baca: Pesona Candi-Candi Terpopuler di Dieng, Bumi Seribu Candi

Menurut masyarakat setempat. Pengunungan Pangonan, adalah tempat bagi masyarakat Dieng untuk menggembala kuda kala itu.

Seperti diketahui Bambu Cemethi dipercaya oleh mayarakat, sebagai pohon yang istimewa. Dikarenakan memiliki aura magis yang misterius. Saat ini Bambu Cemethi kerap dipakai oleh para seniman. Terutama dipakai, saat pentas kesenian tradisonal Kuda Lumping.

Heru Setianto Seorang perawat yang suka menulis dan sharing tentang traveling. Saat ini menjadi editor di Virday.com dan Nurse.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *