Heru Setianto Seorang perawat yang suka menulis dan sharing tentang traveling. Saat ini menjadi editor di Virday.com dan Nurse.co.id

Top 7 Keajaiban dan Fakta Dieng, Negeri Para Dewa

2 min read

7 Keajaiban dan Fakta Tersembunyi Dieng, Jawa Tengah, Indonesia - Puncak Negeri Para Dewa - www.virday.com_1

Virday.com Dieng adalah sebuah dataran tinggi yang terletak di kawasan obyek wisata Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Pesona Dieng telah memikat jutaan wisatawan baik dalam maupun luar negeri untuk berkunjung.

Terlepas terkenal akan candi, telaga, gunung, kawah serta bukit yang mempesona. Kekayaan budaya dan misteri Dieng, mampu membius para wisatawan untuk berkunjung kembali. Berikut, kami ungkap, beberapa fakta tersembunyi dari “Super Miracleof Dieng“.

1. Arti Nama Dieng dan Kapan Komplek Candi Dibangun

Nama Dieng diambi dari akronim adi dan hyang yang berarti gunung para dewa. Atau kata edi dan hyang, yang berati puncak negeri dewata.

Menurut Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah dalam buku berjudul “Masa Klasik Jawa Tengah”. Situs percandian di Dataran Tinggi Dieng dibangun oleh Dinasti Wangsa Sanjaya sekitar abad ke-8 Masehi.

Kawasan Dieng dikenal sebagai tempat bersemayam para dewa. Terletak di Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosbo ini, menawarkan lebih dari 40 obyek wisata dan terus bertambah.

2. Terdapat Candi Para Dewa di Kompleks Candi Dieng

Kompleks candi yang dibangun merupakan jenis Candi Siwa, dimana candi tersebut mempunyai tujuan untuk memuliakan para Dewa Hindu menurut kepercayaan Agama Hindu.

Salah satu keunikan dari jenis Candi Siwa di Dieng dibanding ditempat lain. Ditemukannya Arca Siwa Trisirah, tiga wajah dalam satu tubuh. Siwa Trisirah sendiri digambarakan sebagai Mahadewa.

Seperti diketaui Mahadewa merupakan The Supreme God, yang mempunyai sifat Sang Pencipta, Pemelihara dan Penegembali Semesta ke Asalnya.

3. Ternyata Candi Dieng Tak Hanya Kompleks Candi Pandawa Saja

Saat berkunjung di Dieng, maka pengunjung dapat melihat deretan Candi tersebar. Dimana candi-candi tersebut merupakan kompleks candi, bukan candi tunggal.

Tampak jelas banguna utama di Dieng adalah Kompleks Candi Pandawa. Sementara candi utama lain, terlihat terpisah dari bangunan Utama.

Mulai dari Candi Bima, Candi Dwarawati, Candi Gatotkaca, Candi Parikesit, Candi Setyaki, dan Candi Wisanggeni. Faktanya, Candi Wisanggeni baru ditemukan masyarakat Dieng Kulon pada akhir tahun 2013 silam.

4. Kompleks Candi Dieng adalah Candi Hindu Tertua di Indonesia

Menurut Drs. Hutomo, M. Hum dalam buku berjudul “Inilah Dieng”, menyakini bahwa kompleks Candi Dieng adalah Candi Hindu paling tua di Nusantara.

Salah satu yang unik dan khas dari Candi Dieng. Yakni memiliki kesamaan fungsi dengan Kompleks Candi Gedongsanga di Kabupaten Semarang.

Dimana fungsi dari pembangunan candi tersebut adalah khusus untuk peribadatan. Bukan untuk simbol kemegahan, seperti halnya Candi Borobudur maupun Candi Prambanan.

5. Dataran Tinggi Dieng Pusat Pendidikan Dunia

Kompleks Candi Dieng yang memang diketahui sebagai tempat untuk pemuliaan. Tampak memiliki bentuk yang sederhana. Tidak untuk pencitraan kekuasaan.

Selain itu, pemilihan lokasi di dataran tinggi. Membuat para ahli meyakini. Pemilihan tempat tersebut, sebagai tempat tepat para penganut agama Hindu mengamalkan Kitab Wedha.

Di kompleks candi berdiri bangunan Dharmasala, sebuah bangunan asrama para cantrik menimba ilmu kepada para guru atau pandhita. Lebih tepatnya, Kawasan Dieng dahulu sebagai mandala pawiyatan.

6. Candi Dieng Kaya akan Kearifan Lokal Nusantara

Menurut Soedjipto Abimanyu dalam buku berjudul “Babad Tanah Jawi. Terlengkap dan Terasli”. Terkait nama-nama candi di Dieng, menurut pendapat dari para arkeolog.

Berasal dari modifikasi dari budaya lokal, bukan dari kitab Mahabarata. Salah satu nama candi yang khas itu, yakni ditemukannya Candi Semar.

Baca: Top 6 Oleh-Oleh dan Tanaman Langka Khas di Wisata Dieng

Bahkan dalam Kitab Mahabharata, tidak ditemukan toko bernama Semar. Sementara tokoh Semar dan Punakawan sendiri, baru muncul sekitar abad ke-18 Masehi.

7. Orang Dieng adalah Leluhur Orang Bali

Kawasan Dieng pada masa kejayaan Wangsa Sanjaya menjadi tempat pusat pendidikan Agama Hindu. Hipotesa pertama, saat itu Dieng dikunjungi oleh para cantrik dari berbagai penjuru dunia.

Hingga membuat adanya perkawinan antara masyarakat Dieng dengan warga luar. Termasuk orang dari Bali.

Baca: Pesona Candi-Candi Terpopuler di Dieng, Bumi Seribu Candi

Kemudian hipotesa kedua, dikarenakan Kawasan Dieng dan sekitarnya kerap terjadi bencana. Membuat penganut Hindu mulai berpindah ke pegunungan dan tempat lain.

Hingga akhirnya memilih menetap di Pulau Dewata Bali. Salah satu fakta paling lokal, ditemukan anak-anak berambut gembel di Pula Bali. Fenomena rambut gembel yang sama di Dieng.

Mari vote dan nilai tempat ini 🙂
[Vote: 3 ]
Heru Setianto Seorang perawat yang suka menulis dan sharing tentang traveling. Saat ini menjadi editor di Virday.com dan Nurse.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *