Heru Setianto Seorang perawat yang suka menulis dan sharing tentang traveling. Saat ini menjadi editor di Virday.com dan Nurse.co.id

Wow, Top Pesona Candi-Candi Terpopuler di Dieng

2 min read

Pesona Candi-Candi Terpopuler di Dieng, Bumi Seribu Candi - Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia - www.virday.com

Virday.com – Di Dieng Plateu ditemukan deretan kompleks candi yang megah dan mempesona. Bahkan Dieng menyandang predikat sebagai bumi seribu candi. Hal tersebut lantaran banyak ditemukannya bukti peradaban manusia yang maju berupa candi di masa lalu.

Pesona akan candi-candi di Dieng memang menjadi nilai magis tersendiri bagi para wisatawan. Selain menyimpan banyak misteri yang masih tersembunyi. Situs percandian yang dibangun oleh Dinasti Wangsa Sanjaya tersebut.


Dikenal sebagai tempat bersemayam para dewa. Menurut Jajang Agus Sonjaya S. Si, M. Hum dari Universitas Gajah Mada dalam buku “Inilah Dieng: Pesona, Potensi, Misteri”. Dieng adalah pusat peribadatan dan pusat belajar keilmuan tentang pembangunan candi (Universitanya Candi).

1. Kemegahan dari Kompleks Candi Arjuna

Kompleks candi yang kerap dipanggil dengan kawasan candi Pandawa ini. Kompleks candi Arjuna tediri dari lima buah candi. Mulai dari candi Arjuna, Candi Puntadewa, Candi Srikandi, Candi Sembadra dan Candi Semar.

Bahkan kompleks candi Arjuna menjadi pusat budaya tahunan, yakni Dieng Culture Festival (DCF). Selain lokasi yang strategis berada di tengah dataran tinggi Dieng. Membuat Kompleks candi Arjuna menjadi branding market wisata paling terpopuler di Dieng.

Menurut pendapat beberapa ahli, kompleks candi Arjuna adalah pusat kaledra raksasa. Dimana candi ini dipandang sebagai tempat paling suci. Tak hanya di kawasan Dieng, namun juga di seluruh pulau Jawa.

2. Candi Bima Pengaruh dari Budaya India

Candi Bima adalah salah satu candi yang memiliki kemiripan dengan Candi Bhubaneswar di India. Candi dibangun sekitar abad VII-VIII, terletak sekitar 1 km di sebelah timur dari kompleks candi Arjuna.

Mesikpun candi Bima tak sepopuler candi Arjuna. Namun kedua candi tersebut, diperkirakan dibangun paling awal. Dibandingkan dengan kompleks candi lain di Dieng. Fakta yang menarik dari candi Bima, masih kentalnya pengaruh gaya India pada arsitektur candi ini.

3. Candi Gatotkaca Simbol Kemandirian

Candi Gatotkaca adalah salah satu bangunan yang menampakan ciri khas lokal. Hal tersebut membuat candi Gatotkaca menggambarkan simbol dari kemandirian. Letak dari candi Gatotkaca berada tepat di salah satu pintu masuk di kompleks candi Arjuna.

Tepatnya berada di sebrang Museum Kailasa. Saat wisatawan berada di candi Gatotkaca, tampak hamparan luas indahnya kompleks candi Arjuna. Di sinilah menjadi view favorit sebagian wisatawan mengabadikan foto kawasan candi Pandawa.

4. Pesona dari Candi Setyaki

Candi Setyaki adalah salah satu candi yang berada di dataran tinggi Dieng. Terletak di sekitar 50 m di sebelah barat dari kompleks candi Arjuna. Di kawasan candi Setyaki, terdapat berbagai peninggalan purbakala.

Pada sebelah utara dari candi ini, terdapat Batu Umpak-Umpak. Dimana batu tersebut diperkirakan adalah sebuah bangunan Dharmasala, yang berfungsi sebagai tempat peristirahatan sementara. Di dekat candi Setyaki juga ditemukan Situs Batu Lingga Patok.

Baca: Top View 8 Telaga Terindah di Puncak Dataran Tinggi Dieng

5. Gagahnya Candi Wisaggeni

Candi Wisanggeni merupakan candi yang baru ditemukan pad atahun 2013 silam. Membuat candi ini menjadi candi temuan paling muda di banding candi lain di kawasan Dieng. Pemberian nama candi Wisanggeni, diambil dari nama tokoh wayang.

Wisanggeni adalah putera dari pasangan Arjuna dengan Bidadari Kayangan. Letak dari candi Wisanggeni berada di Bukit Pangonan, atau sebelah selatan dari kompleks candi Arjuna. Ukuran dari candi ini, juga terbilang kecil dibading candi di Dieng pada umumnya.

Baca: Wow, 7 Keajaiban dan Fakta Tersembunyi dari Dieng, Negeri Para Dewa

Sebelumnya Jajang Agus Sonjaya S. Si, M. Hum yang merupakan Dosen Fakultas Ilmu Budaya di Kampus yang berada di Sleman tersebut. Sempat menduga bahwa di dataran tinggi Dieng, pernah ada kehidupan para Pendeta Shaolin seperti di China.

Pernyataan tersebur berdasarkan bukti ditemukannya peniggalan sejara seperti Umpak-Umpak. Seperti diketahui Umpak-Umpak merupakan pondasi bangunan pemukiman. Bahkan ketinggian Dieng, diangap tempat paling ideal para dewa bersemayam.

Heru Setianto Seorang perawat yang suka menulis dan sharing tentang traveling. Saat ini menjadi editor di Virday.com dan Nurse.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *